Minggu, 22 Januari 2012

Kisah Hidup "Merry Riana"

Dengan penghasilan total 1 juta dollar Singapura di usia 26 tahun, ambisi Merry Riana saat berusia 20 tahun terwujud.

Saat usianya menginjak 20 tahun, Merry Riana (31) punya mimpi. Dia ingin sebelum berusia 30 tahun sudah mendapatkan ”kebebasan” finansial.

Mimpi itu terwujud. Hanya setahun setelah dia bekerja, tepatnya di usia 23 tahun, Merry sudah berpenghasilan 220.000 dollar Singapura. Kira-kira sekitar Rp 1,5 miliar dengan nilai tukar saat ini. Setahun berikutnya, yaitu pada tahun 2004, dia mendirikan perusahaan Merry Riana Organization (MRO). Dua tahun berikutnya di usia 26 tahun, penghasilan totalnya mencapai 1 juta dollar Singapura -sekitar Rp 7 miliar.

Popularitas Merry melesat. Dia banyak diberitakan media massa di Singapura sebagai miliarder di usia muda. Lho, Singapura?

Meski lahir di Jakarta dari orangtua yang warga Indonesia, Merry mengawali karier sebagai konsultan keuangan, pengusaha, dan menjadi motivator di Singapura. Sejak lulus SMA, anak pertama dari tiga bersaudara ini ”mengungsi” ke Negeri Singa.

Ketika bertemu di Central Park, Jakarta, Minggu (10/7/2011)lalu, beberapa jam sebelum kembali ke Singapura, Merry bercerita sambil mengingat kembali perjalanan hidupnya. Pekan lalu, selama tiga hari, Merry ada di Indonesia untuk menjadi pembicara atas undangan sebuah perusahaan di Semarang, Jawa Tengah.

”Ya, sudah lama juga saya di Singapura. Meski rencana kembali ke Indonesia belum terlaksana, setidaknya pada tahun ini saya lebih sering datang ke Indonesia karena lebih banyak kegiatan yang dilaksanakan di sini,” kata Merry.

Kerusuhan 1998
Perjalanan hidup Merry di Singapura berawal ketika terjadi kerusuhan besar di Jakarta tahun 1998. Cita-cita untuk kuliah di Jurusan Teknik Elektro Universitas Trisakti buyar karena kejadian tersebut. Orangtua Merry kemudian memutuskan mengirimkan putrinya ke Singapura dengan alasan keselamatan.

”Waktu itu rasanya seperti ada dalam film perang. Saya diminta pergi agar saya selamat,” kata Merry merasakan kesedihan yang terjadi 13 tahun lalu.

Tanpa persiapan yang memadai untuk kuliah di luar negeri, Merry sempat gagal dalam tes bahasa Inggris di Nanyang Technological University. Tanpa persiapan bekal dana yang memadai pula, Merry meminjam dana dari Pemerintah Singapura. Tak hanya untuk biaya kuliah, tetapi juga untuk hidup sehari-hari. ”Utang saya totalnya 40.000 dollar Singapura,” kata Merry.

Dengan uang saku hanya 10 dollar per minggu, hidupnya harus superhemat. Untuk makan, misalnya, Merry lebih sering makan roti atau mi instan, atau bahkan berpuasa.

Ketika menyadari hidupnya tak berubah meski sudah memasuki tahun kedua kuliah, Merry mulai membangun mimpi. ”Saya membuat resolusi ketika ulang tahun ke-20. Saya harus punya kebebasan finansial sebelum usia 30. Dengan kata lain, harus jadi orang sukses. The lowest point in my life membuat saya ingin mewujudkan mimpi tersebut,” ujar Merry.

Meski sudah ada mimpi dan didukung semangat, Merry belum menentukan cara mewujudkannya. Pikirannya baru terbuka setelah magang di perusahaan produsen semikonduktor.

Dari pengalaman ini, Merry melakukan hitung-hitungan, seandainya dia menjadi karyawan perusahaan seusai kuliah. ”Dari perhitungan tersebut, ternyata saya baru bisa melunasi utang dalam waktu 10 tahun, tanpa tabungan. Kalau begitu caranya, mimpi saya tak akan terwujud,” kata Merry yang akhirnya memutuskan memilih jalan berwirausaha untuk mencapai mimpinya.

Karena tak punya latar belakang pendidikan dan pengalaman bisnis, Merry mengumpulkan informasi dengan mengikuti berbagai seminar dan melibatkan diri dalam organisasi kemahasiswaan yang berhubungan dengan dunia bisnis. Merry juga mencoba praktik dengan terjun ke multi level marketing meski akhirnya rugi 200 dollar.

Merry bahkan pernah kehilangan 10.000 dollar ketika memutar uangnya di bisnis saham. Mentalnya sempat jatuh meski dalam kondisi tersebut masih bisa menyelesaikan kuliah.

Tamat kuliah, barulah Merry mempersiapkan diri dengan matang. Belajar dari pengalaman para pengusaha sukses, dia memulai dari sektor penjualan di bidang jasa keuangan. Kerja kerasnya menjual berbagai produk keuangan, seperti tabungan, asuransi, dan kartu kredit, hingga 14 jam sehari mulai membuahkan hasil. Dalam waktu enam bulan setelah bekerja, Merry bisa melunasi utang pada Pemerintah Singapura. Tunai!

Kesuksesan lain pun datang. Karena kinerjanya, Merry bisa membentuk tim sendiri hingga akhirnya mendirikan MRO. Dengan penghasilan total 1 juta dollar Singapura di usia 26 tahun, ambisi Merry saat berusia 20 tahun terwujud.

Berbagi
Namun, seiring usia yang kian dewasa, menghasilkan uang hingga jutaan dollar bukan menjadi satu-satunya tujuan hidup Merry. Pengagum Oprah Winfrey ini lebih menikmati hidup ketika orang lain memperoleh kesuksesan seperti dia.

Pengalaman meraih sukses dibagikan kepada orang lain dengan berbagai cara, seperti menjadi pembicara di seminar, perusahaan, sekolah, serta melalui media seperti jejaring sosial, media massa, dan menulis buku.

Bersama timnya di MRO, Merry memiliki program pemberdayaan perempuan dan anak-anak muda. Anggota timnya di lembaga ini bahkan tergolong muda, berusia 20-30 tahun. ”Saya ingin menampung orang muda yang punya ambisi dan semangat seperti saya,” katanya.

Keinginannya untuk berbagi ini tak hanya dilakukan di Singapura. Pada ulang tahunnya ke-30, Merry membuat resolusi baru, yaitu memberi dampak positif pada satu juta orang di Asia, terutama di tanah kelahirannya, Indonesia.

Seperti MacGyver
Merry, yang sukses di bidang jasa keuangan dan kian sibuk dengan kegiatannya menjadi motivator, pernah punya cita-cita lain. Sewaktu kecil, anak sulung dari Suanto Sosrosaputro (62) dan Lynda Sanian (62) ini pernah punya keinginan untuk menjadi seperti sang ayah yang seorang insinyur elektro.

”Waktu kecil, kalau ditanya mau jadi apa, saya selalu jawab ingin seperti papa. Saya senang melihat papa mengutak-atik peralatan elektronik, seperti MacGyver,” kata Merry.

Cita-cita ini bahkan melekat hingga lulus SMA. Merry kuliah di Jurusan Teknik Elektro Nanyang Technological University setelah sebelumnya bercita-cita kuliah dengan jurusan yang sama di Universitas Trisakti.

Namun, perjalanan hidup Merry berubah. Meski bisa meraih gelar insinyur dalam waktu empat tahun, ilmu elektro yang dikuasainya tak terpakai dalam kariernya.

”Paling-paling dipakai di rumah. Kalau TV atau kulkas rusak, saya masih bisa memperbaiki, he-he-he. Tetapi, bukan berarti kuliah saya tak berguna. Semua proses yang saya jalani selama kuliah, telah membawa saya menjadi seperti sekarang ini,” kata Merry.

(Dikutip dari kompas)

Biodata:
• Nama: Merry Riana
• Tempat tanggal lahir: Jakarta, 29 Mei 1980
• Nama suami: Alva Tjenderasa (31)
• Nama anak: Alvernia Mary Liu (2,5)
• Pendidikan: S-1 Teknik Elektro Nanyang Technological University, Singapura (1998-2002)
• Pekerjaan: Group Director Merry Riana Organization
• Penghargaan:
- Salah satu pengusaha terbaik di Singapura dari Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura (2008)
- Salah satu wanita paling sukses dan inspiratif dari Menteri Kepemudaan dan Olahraga Singapura (2010)
- Wanita paling inspiratif pada salah satu majalah bulanan Inspirational Woman Magazine (2011)
- Salah satu eksekutif paling profesional dari penampilan dan keahlian berkomunikasi dari surat kabar My Paper, Singapura (2010)
- Duta LG Asia, Watson, dan Canon (2010-2011)

Selasa, 25 Oktober 2011

BLENDER ? What's That ? Check This Out ! ;)

Perkenalkan saya dari siswa-siswi SMAN 3 Tangerang Selatan ingin menjelaskan bagaimana cara menggunakan "Blender". Blender merupakan suatu software aplikasi yg biasanya digunakan untuk membuat animasi 3D. Software ini sering digunakan oleh para animator-animator dalam membuat animasi. Untuk lebih jelasnya mari kita simak uraian berikut ini :D

Pada tahun 1995 muncullah sebuah software yang pada akhirnya dinamakan Blender. Setelah diamati ternyata Blender memiliki potensi untuk digunakan oleh artis-artis diluar NeoGeo. Lalu pada tahun 1998 Ton mendirikan perusahaan yang bernama Not a Number (NaN) untuk mengembangkan dan memasarkan Blender lebih jauh. Cita-cita NaN adalah untuk menciptakan sebuah software animasi 3D yang padat, cross platform yang gratis dan dapat digunakan oleh masyarakat computer yang umum.

Sayangnya ambisi Nan tidak sesuai dengan kenyataan pasar saat itu. Tahun 2001 NaN dibentuk ulang menjadi perusahaan yang lebih kecil. NaN lalu meluncurkan software komersial pertamanya, Blender publisher. Sasaran pasar software ini adalah untuk web 3D interaktif. Angka penjualan yang rendah dan iklim ekonomi yang tidak menguntungkan saat itu mengakibatkan NaN ditutup. Penutupan ini termasuk penghentian terhadap perkembangan Blender.

Setelah penjelasan mengenai apa itu blender dan sebagainya maka selanjutnya kami ingin melaporkan sejauh mana jalannya tugas kami. Untuk saat ini kelompok kami sudah menginstal aplikasi blender sendiri, dan sedang dalam proses pembelajaran untuk bagaimana menggunakan aplikasi tersebut dan sedang dalam proses pembuatan konsep. Berikut ini akan kami jelaskan bagaimana menggunakan aplikasi "Blender" ini :)

1. Proses memindahkan posisi objek benda

Perhatikan gambar di bwh ini!

Setelah melihat gambar, apa saja yg terbayang dalam pikiran anda? Tentunya pada gambar tersebut, anda melihat sebuah gambar bangun ruang yg sering kita sebut dengan kubus. Di dalam kubus tersebut, terdapat 3 tanda panah yg dapat digunakan untuk memindahkan letak posisi kubus tersebut. Di antaranya ada tanda panah berwarna merah yg mewakili sumbu x (horizontal), tanda panah berwarna hijau yg mewakili sumbu y (vertikal), dan tanda panah berwarna biru yg mewakili sumbu z (depan belakang). Dengan tanda panah seperti itu, kita dapat memindahkan posisi benda dengan mengklik tanda tersebut dan menggesernya.


Berikut ini adalah contoh memindahkan letak posisi suatu objek.

Pemindahan posisi sumbu X

Pemindahan posisi sumbu Y

Pemindahan posisi sumbu Z

Selain dapat memindahkan posisi seperti di atas, kita dapat juga memutar posisi suatu objek benda. Berikut ini langkah-langkah untuk memutar objek benda


Dari gambar di atas, anda dpt memutar posisi benda dengan cara yg sama seperti sebelumnya, yaitu dengan cara menggeser garis berwarna tersebut.

2. Proses mengubah ukuran objek benda

Dalam membuat suatu objek, kita dapat mengubah ukuran objek tersebut. Adapun caranya sama seperti sebelumnya, yaitu sebagai berikut :

Anda dapat mengubah ukuran objek tersebut dengan mengklik arah sumbu tersebut atau dengan dengan menekan tab dan tekan x,y, atau z.

3. Proses mengatur arah sudut pandang dan cahaya

Perhatikan gambar berikut!

Dari gambar berikut, ditunjukkan bahwa kita dapat mengatur posisi sudut pandang dan pencahayaan. Caranya adalah sama seperti memindahkan atau memutar suatu objek kubus tadi.

Setelah selesai mengatur sudut pandang dan pencahayaan tersebut, anda dapat melihat hasil pengaturan sudut pandang dan pencahayaan tadi dengan menekan tombol F12. Hasilnya adalah sebagai berikut :

Sekian penjelasan dan sedikit informasi dari kami, lebih jelasnya anda dapat mengunjungi sekolah kami. Kami mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan kata, terima kasih :3

Minggu, 23 Oktober 2011

OSN 2011

Hello guys... :D

Gw mau cerita nih, pengalaman gw pertama kali naek pesawat, hehe... Jadi tuh ceritanya dimulai dari sekolah (Loh?? kok bs ya??)... Gini loh ceritanya, jadi tuh setiap tahun diselenggarain kegiatan OSN (apaan tuh??)... OSN itu singkatan dari Olimpiade Sains Nasional, jadi disiapkan untuk seleksi menuju olimpiade sains internasional... nah, wkt pertama kali gw ikut osn, gw tuh ud bingung mau milih bidang apa antara math dan fisika... pdhl tuh gw suka kedua bidang itu... tp akhirnya gw memutuskan untuk milih fisika....

Seleksi OSN itu dilakukan secara bertahap, dimulai dari seleksi di sekolah... jdi pertama tuh diadain tes untuk pemilihan 10 besar tiap masing-masing bidang (ada 7 bidang)... nah setelah itu kan diadain try out, jdi yg kesisa tgl 6 org, sampe akhirnya tgl 3 org... Nah, 3 org itulah yg akan didaftarkan dalam OSK (apaan lg tuh??)... OSK itu kepanjangan dari olimpiade sains kabupaten (Loh, kok mirip??)... jdi gitu loh yg td gw blg seleksi secara bertahap... Nah Puji Tuhan bgt, gw tuh bs lolos tingkat kab. dan provinsi... gw seneng bgt dan gw bs wakilin propinsi banten ke tingkat nasional...

OSN thn 2011 yg gw ikuti itu diselenggarain di Manado, Sulut... Nah, ketika gw denger kalo diselenggarain di Manado, gw lgsg aja seneng soalnya pst gw bakal naek pesawat ke sana, hehe... Di sana jg gw byk nemuin temen-temen dari seluruh Indonesia... Jdi itulah pengalaman gw pertama kali naek pesawat, pkoknya seru bgt deh pengalaman gw yg satu ini, hehe....

Oiya, ada satu lg nih, gw bs maju sampai nasional jg berkat dukungan dari semua temen-temen gw, mereka tuh baik bgt mau ngedukung dan ngedoain gw... pkoknya gw bert'rima kasih bgt sm temen-temen gw, khususnya buat Xeight.... :D

Renungkan Lagu ini bila kalian mempunyai masalah yg berat.....

Gelapkah jalan dihidupmu...
Telah putus harapan...
Dengan semua kekuatanmu...
Kau tak mampu mengubah sendiri...
Namun masih ada kuasa tak terbatas...
Yang masih sanggup mengubahkanmu...

Masih ada Tuhan...
Masih ada kuasa tak terbatas...
Dia pencipta semesta...
Dia juga sanggup mengubah hidupmu s'karang...

Masih ada Tuhan...
Masih ada jawaban...